Tapimasih layak untuk disaksikan kok, saya sih rencana ingin nonton film ini lagi deh. Saya suka filmnya. - Sabtu Bersama Bapak kirain film tentang ngumpulnya Bapak yg udah meninggal sama keluarganya, tapi ane rasa kok lebih ke pencarian jodoh Cakra sama kehidupan keluarga Satya-Risa 3taun yang lalu nonton film ini di bioskop sama Ibu, kemudian dengan sukses membuat beliau menangis-nangis berderai air mata berikut kapok gak mau lagi diajak nonton olehku. 'Sabtu Bersama Bapak' dimulai cukup goyah, khususnya ketika bagian kisah Satya tersaji lebih datar jika dibanding dengan pengisahan Cakra. Namun, secara perlahan Nontonstreaming movie online movie subtitle indonesia download bioskop container workplace tv series drama korea jepang thailand android iphone. Sabtu bersama bapak (2016) nonton movie online. Download film sabtu bersama bapak gratis (1) nonton online sabtu bersama bapak (1) nonton sabtu bersama bapak on line (1) 1,038 perspectives. Film NontonSabtu Bersama Bapak - Drama film di Disney+ Hotstar. Gunawan had a wife, Itje, and two small children, Satya and Cakra. Their lives changed when Gunawan found out he only had one more year to live. Gunawan decided that death would not limit him from loving both children.. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Para pecinta film Indonesia tahun ini benar-benar dimanjakan dengan banyaknya film-film bermutu yang akan dirilis mulai pertengahan tahun nanti. Salah satunya yang pantas ditunggu adalah film yang diangkat dari novel best seller karangan Aditya Mulya, Sabtu Bersama Bapak. Sabtu Bersama Bapak mengisahkan seorang bapak, suami, serta kepala rumah tangga dari keluarga Garnida, Pak Gunawan. Gunawan memiliki seorang istri bernama Itje, serta dua orang anak laki-laki, Saka 8 dan Cakra 5. Kehidupan Gunawan berubah setelah dokter memvonis hidupnya tinggal satu tahun saja. Gunawan dan Itje tak dapat membendung perasaan sedih ketika menyadari Gunawan tak akan dapat mendampingi sang anak tumbuh besar. Ketika inilah, Gunawan lantas memiliki ide untuk merekam video. Gunawan berpegang teguh pada keinginan untuk tetap dapat membimbing kedua putranya, meski diirnya tak bisa bersama-sama mereka lagi. Video demi video direkam oleh Gunawan yang mengajarkan kepada putra-putranya mengenai segala hal yang ia rasa perlu mereka tahu. Dan ketika akhirnya Gunawan pergi, tinggalah Itje memutar video tersebut setiap hari sabtu dan menontonya bersama Saka dan Cakra. Saka dan Cakra pun tumbuh dewasa. Keduanya tetap memegang teguh ajaran-ajaran yang diberikan oleh Gunawan melalui video-video yang ditinggalkan. Saka menjadi suami yang keras, disiplin, dan jauh dari sang istri, Risa. Bekerja jauh dilepas pantai tak menolong sama sekali dari hubungan mereka. Saka pun begitu keras pada ketiga putranya. Saka nampak berusaha terus menjadi sosok sempurna seperti Gunawan untuk Risa, dan putra-putranya. Padahal bukan sosok sempurna seperti Gunawan yang dibutuhkan Risa. Di sisi lain, Cakra menjadi pria mapan secara materi namun tetap menjomblo. Cakra terus mengingat bagaimana sang bapak – Gunawan – terus menekankan untuk menjadi pria yang mapan. Inilah mengapa Cakra terus merasa ragu untuk mulai berumah tangga. Ketika dekat dengan seorang perempuan pun, Cakra tanpa ragu berusaha menjelaskan prinsip-prinsip yang ia pegang bila nanti berumah tangga. Lagi-lagi, prinsip yang ia dapat dari video-video yang ditonton setiap Sabtu bersama Bapak. Baca juga Surga Menanti 2016 – Sinopsis Lengkap dan Nonton Trailer Dilwale 2015 – Sinopsis Lengkap dan Nonton Trailer Dibalik itu semua, ada Itje, sang ibu yang kini hidup seorang diri di Bandung. Jauh dari kedua putranya, dan mengurusi usaha rumah makan yang mulai dirintis sepeninggal Gunawan. Yang tak diketahui Cakra dan Saka, Itje pun menyimpan sebuah rahasia sendiri. Penderitaan yang tak ia bagi, lagi-lagi, karena mengikuti ajaran Gunawan. Lalu, apakah keluarga Garnida berhasil mengatasi polemiknya? Informasi Film Sabtu Bersama Bapak 2016 Judul film Sabtu Bersama Bapak Kategori Drama, komedi Produser Ody Mulya Hidayat Sutradara Monty Tiwa Penulis Skenario Adhitya Mulya Penulis Novel Adhitya Mulya Pemain Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Deva Mahendra, Acha Septriasa Produksi Max Pictures Tanggal rilis TBA Juli 2016 Negara Indonesia Bahasa Indonesia Trailer Film Sabtu Bersama Bapak Poster Sabtu Bersama Bapak Artikel Terkait Sabtu Bersama BapakPERHATIAN!Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini. Sabtu Bersama Bapak merupakan sebuah film garapan sutradara ternama Monty Tiwa yang dirilis pada 5 Juli 2016 lalu. Terbentuknya film ini diambil dari sebuah novel karya Adithya Mulya yang berjudul “ Sabtu Bersama Bapak.” Karena menuai banyak respon positif serta rating pembaca yang cukup tinggi, akhirnya novel ini berhasil dijadikan sebuah film dan diproduksi oleh Maxima Pictures. Film ini banyak diminati oleh sebagian besar kalangan, tidak heran jika film ini mendapat penghargaan sebagai film terfavorit, pada ajang penghargaan Indonesian Movie Actors Awards tahun 2017. Keberhasilan film ini tentunya tidak lepas dari kepiawaian para aktor dan aktris yang sudah profesional dalam memainkan perannya. Seperti film drama keluarga pada umumnya, sabtu bersama bapak juga tidak lepas dari alur cerita melankoli. Bagaimana tidak, belum apa-apa saja film ini sudah menyuguhkan kesedihan dengan divonisnya sang bapak dalam cerita tersebut. Namun dengan adanya kehadiran aktor pendukung lainnya, film ini juga menyajikan sedikit alur jenaka yang cukup menghibur. Tentu saja bukan hal yang mudah, menggabungkan dua alur yang bertolak belakang dalam satu kesatuan yang epik. Meskipun jalan cerita film ini sedikit berbeda dari novelnya, namun kesan dan makna yang ingin disampaikan oleh film ini sangat menyentuh bagi sebagian besar penonton. Bahkan film ini sempat menjadi trending topic di Twitter pada 24 Maret 2016 lalu. Jadi tidak heran jika film ini berhasil mendapat penghargaan sebagai film terfavorit. Kao kamu belum nonton, pokoknya wajib banget deh di tonton! Kira-kira semenarik apa sih jalan cerita dari film ini? konflik seperti apa yang disuguhkan? Akan berakhir sad ending kah, atau happy ending? Daripada penasaran. Yuk, kita simak artikel nya! Sinopsis Gunawan Abimana Aryasatya dan Itje Ira wibowo adalah sepasang suami istri yang dianugerahi dua anak bernama Satya Arifin Putra dan Cakra Deva Mahenra. Kehidupan keluarga kecil ini sangat sederhana dan bahagia, namun semuanya berubah ketika Gunawan Abimana Aryasatya mengetahui bahwa dirinya mengidap kanker, dan divonis hanya memiliki waktu 1 tahun lagi untuk hidup . Pada saat itu usia Cakra Deva Mahenra masih berumur lima tahun, sedangkan Satya Arifin Putra berusia delapan tahun. Mengingat peran seorang ayah sangat penting terhadap proses tumbuh kembangnya anak, tentu saja Gunawan khawatir jika kedua anaknya tidak bisa mendapatkan figur seorang ayah. Karena gunawan tidak bisa mendampingi dan mendidik kedua anaknya hingga dewasa. Akhirnya Gunawan membuat ide yang sangat cemerlang, ia membuat rekaman video yang sangat banyak, dimana video itu berisi pesan-pesan atau wejangan untuk kedua anaknya. Setelah Gunawan tiada, tentu sang istri lah yang menjadi pilot keluarga dan bertanggung jawab untuk mendidik kedua anaknya. Itje melaksanakan wasiat serta pesan-pesan dari almarhum suaminya, untuk memperlihatkan video-video yang telah dibuat oleh suaminya sebelum berpulang. Agar kedua anaknya masih bisa merasakan adanya figur seorang ayah. Akhirnya Itje memutuskan untuk mengajak kedua anaknya bertemu sang ayah melalui rekaman video tersebut, setiap seminggu sekali pada hari sabtu. Hal tersebut seakan sudah menjadi ritual, dan dilakukan selama bertahun-tahun hingga Satya dan Cakra tumbuh menjadi dewasa. Beli voucher streaming Netflix, Disney+, Prime Video, Viu, dll murah di Lazada Berkat didikan serta pesan-pesan sang ayah, akhirnya Satya dan Cakra tumbuh menjadi seseorang yang sukses. Satya bekerja sebagai tenaga offshore di lepas pantai Denmark dan memiliki seorang istri yang sangat cantik yaitu Rissa Acha Septriasa, mereka juga dianugerahi dua orang anak laki-laki bernama Ryan dan Miku. Sedangkan Cakra tumbuh menjadi seorang deputi Direktur, di salah satu bank asing yang ada di Jakarta. Karena terlalu fokus dengan karir dan pesan-pesan yang disampaikan ayahnya, Cakra sampai lupa untuk mencari pasangan, alias masih berstatus jomblo. Konflik lain yang muncul dari film ini pun muncul, saat Satya dan Cakra sudah beranjak dewasa. Satya dengan sejumlah permasalahan rumah tangganya dengan Rissa, dan Cakra dengan pencarian pendamping hidupnya. Sementara itu sang ibu Itje, memilih untuk menjalankan bisnis warung makan di Bandung seorang diri, karena tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Di Tengah permasalahan dan kesibukan yang sedang dialami Satya dan Cakra, Itje justru merahasiakan rahasia besar yang tidak diketahui kedua anaknya, bahwa Itje mengidap penyakit kanker payudara. Namun lambat laun rahasia itu pun terbongkar, hal tersebut tentu sangat membuat Satya dan Cakra merasa sedih, karena tidak ada di saat ibunya membutuhkan perhatian dan perawatan dari mereka. Worth untuk Ditonton Ingin nonton film Indonesia yang menceritakan tentang perjuangan seorang ayah? Mungkin kamu bisa coba nonton salah satu film adalah sosok superhero buat anak cowok, dan cinta pertama buat anak cewek. Biasanya sosok ayah dikenal sebagai sosok yang tegas, keras, cuek, namun diam-diam pengertian dan sayang banget sama yang selalu inspiratif dengan caranya sendiri’ telah membuat banyak studio bikin film tentang ayah. Nah kali ini saya telah merangkum beberapa film Indonesia yang menceritakan tentang sosok ayah. Mungkin film-film ini bisa bikin kamu makin sayang dengan ayahmu. Yuk, langsung saja!Ayah Mengapa Aku Berbeda 2011Pecinta film lawas pasti pernah nonton atau sekilas melihatnya tayang di stasiun TV kan? Ya, film keluaran 2011 ini memang terkenal banget dulu, dan ini adalah film yang berhasil melambungkan nama aktris Dinda ini menceritakan Angel Dinda Hauw, seorang gadis tuna rungu. Walau punya kekurangan, tapi ia jauh lebih cerdas dibanding anak-anak lain yang punya pendengaran hari, keluarga Angel pindah ke Jakarta, dan ia pun terpaksa masuk ke sekola umum. Di sana Angel menjadi korban bully gara-gara tak patah semangat, Angel selalu mendapat semangat dari sang ayah Surya Saputra. Sayangnya, sang ayah justru tak berumur panjang sehingga tidak bisa menemaninya sampai Kecil untuk Tuhan 2011Lagi-lagi kita ketemu sama Dinda Hauw. Film ini diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh seorang penyintas kanker bernama Gita Sesa Wanda Cantika, yang kerap dipanggil adalah orang Indonesia pertama yang mengidap kanker tersebut. Ayahnya pun telah melakukan berbagai upaya agar penyakitnya berhasil disembuhkan, mulai dari cara tradisional sampai perjuangannya selama satu tahun, semua pengorbanan sang ayah pun terbayar tuntas. Pasalnya Keke berhasil dinyataan bebas dari Tailor 2013Nggak selamanya film tentang ayah bakal bikin kamu nangis bombay. Kalau nggak mau nonton film yang mengandung bawang, kamu bisa coba “Tampan Tailor.”Film ini menceritakan tentang Topan Vino G Bastian yang merupakan seorang penjahit. Ia baru saja kehilangan istrinya dan toko jahitnya. Bahkan ia pun hampir nggak kuat menyekolahkan Topan nggak patah semangat. Sebagai seorang pria sekaligus ayah, ia rela melakukan berbagai macam pekerjaan asalkan itu halal demi bisa menyekolahkan Menyayangi Tanpa Akhir 2015Penggemarnya Fedi Nuril, mari merapat. Di sini Fedi Nuril akan berperan sebagai sesosok ayah yang sangat pejuang keras dan sayang terhadap anaknya Naufal Azhar.Naufal Azhar di sini diceritakan mengidap penyakit yang sangat mematikan. Sebagai seorang ayah, Fedi Nuril rela mengusahakan segala cara demi kesembuhan keluaran tahun 2015 ini sebenarnya diadaptasi dari novel berjudul sama, karya penulis Kirana Kejora. Kisah yang ditulis di dalamnya pun diangkat dari kisah nyata. Jadi di jamin bakal lebih mengena di Bersama Bapak 2016Film yang satu ini memang pernah booming pada masanya. Ya karena saking menyedihkannya alur cerita yang ditampilkan film tersebut.“Sabtu Bersama Bapak” menceritakan seorang ayah bernama Gunawan Abimanya Aryasatya yang merasa khawatir dengan anak-anaknya Deva Mahendra dan Arifin Putra. Ia khawatir kalau anak-anaknya sedih dan kekurangan sesuatu karena akan tumbuh tanpa Gunawan merekam dirinya sendiri berbicara tentang kehidupan dan juga bahal hal. Lalu setiap Sabtu, anak-anak dan istrinya bakal menonton potongan video tersebut bersama-sama. Jakarta - Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif mengisi akhir pekan dengan menonton bersama film Orpa. Latif mengatakan dirinya mengapresiasi film yang bercerita tentang perjuangan gadis Papua mengejar pendidikan formal."Film ini diinisiasi oleh relawan-relawan yang peduli pendidikan untuk anak Papua. Jadi jangan cuma nonton film buatan luar negeri, karena film karya anak bangsa tidak kalah bagusnya," kata Latif dalam keterangan tertulis, Sabtu 10/6/2023."Kegiatan bersama masyarakat ini juga dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-77," imbuh Latif. Acara nonton bareng nobar ini diikuti sejumlah pemuda dan mahasiswa Papua yang menetap di Kota Ambon, awak media, dan pejabat utama Polda Maluku di Studio 4 Bioskop Cinema XXI Ambon City Center, Kota Ambon, Maluku, sore tadi. Wakapolda Maluku Brigjen Stephen M. Napiun dan Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat turut mendampingi Latif."Film Orpa menceritakan tentang cita-cita seorang anak perempuan yang hidup di pedalaman Papua. Namanya Orpa yang berkeinginan kuat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik," jelas Latif."Maluku hampir mirip-mirip dengan Papua. Oleh sebab itu film ini dapat menjadi inspirasi generasi penerus di Maluku untuk semangat meraih pendidikan terbaik, meski dalam keterbatasan," sambung Maluku Nobar Film Orpa Foto Kapolda Maluku Nobar Film Orpa menjelaskan pendidikan memiliki kaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat harkamtibmas, yang merupakan tugas kepolisian. Mantan Kapolda NTT ini menuturkan jika masyarakat mendapat pendidikan yang baik, kemudian menjadi produktif dengan karya-karya positif, tentu dengan sendirinya akan menjauhi perilaku negatif."Kalau dilihat inti dari cerita film ini sebenarnya seperti Basudara Manise, menggambarkan semangat untuk maju dan sejahtera. Dalam momentum ini juga saya berharap jajaran yang di pelosok terus membantu masyarakat yang kesulitan akses pendidikan," pungkas itu salah satu mahasiswa asal Papua yang tinggal di Ambon, Martalus Aboda, mengaku ini adalah kali pertama Kapolda Maluku nobar dengan mahasiswa Papua. Martalus mengapresiasi acara yang diinisiasi Latif ini."Saya memberikan apresiasi kepada bapak Kapolda bersama jajaran Polda Maluku yang telah mengundang kami nonton bareng hari ini. Saya sangat senang sekali karena diundang langsung oleh Bapak Kapolda Maluku" ujar Martalus. aud/dwia

nonton film sabtu bersama bapak